Setiap kali bicara tentang hal yang berkaitan dengan ilmu menyunting, saya merasa perlu membahas penggunaan "di" yang tepat.
Kenapa?
Tentu saja karena imbuhan ini paling banyak membuat penulis pemula kelihatan sebagai penulis pemula.
Imbuhan "di" berfungsi untuk membuat bentuk pasif dari suatu kalimat. Penulisan "di" dengan predikatnya tidak dipisah atau diberi spasi.
Contoh:
Tikus dimakan ular.
Aldi digigit semut.
"Di" yang kedua merupakan partikel (kelas kata) kata depan untuk menandai suatu tempat dan waktu. Penulisan "di" yang satu ini dipisah atau diberi spasi.
Contoh:
Aldi tinggal di Jakarta.
Di siang hari, ia membantu Ayahnya berjualan.
Semoga bermanfaat.
9.5.16
Tentang Editorial
Editorial memiliki dua arti. Arti yang pertama merupakan adjektiva yang berkenaan atau berhubungan dengan editor atau pengeditan sementara arti lainnya merupakan artikel dalam surat kabar atau majalah yang mengungkapkan pendirian editor atau pimpinan surat kabar mengenai pokok masalah yang umumnya menjadi tema pada edisi terkait. Makna editorial yang tersemat dalam blog ini adalah arti yang pertama. Sebagaimana judulnya, blog ini diharapkan bisa menjadi tempat belajar bersama dalam menulis bagi para pemula. Hal-hal yang akan ditulis di blog ini diusahakan bersifat dasar dan dapat menjadi fondasi menulis yang baik untuk kita semua. Selamat membaca.
Langganan:
Postingan (Atom)